Kamis, 23 Juni 2016

DKI Resmikan Dua Proyek

ahok13.jpg

Pembangunan arena equestrian masih menunggu persetujuan desain dari federasi internasional.

JAKARTA - Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI jakarta resmi membuka mega proyek pembangunan velodrom dirawamangun, dan arena equastrian di pulomas, untuk Asian Games XVIII/2018. Peresmian yang bertepatan dengan HUT ke 489 jakarta ini dilakukan oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dilahan velodrom, Rabu (22/6).

Direktur PT Jakarta Pro pertindo (PT Jakpro) selaku penanggung jawab proyek, Satya Heragandhi, mengatakan proses konstruksi dua arena ini ditarget selesai Juni 2018. Untuk velodrom, arena tersebut juga turut menggandeng kontraktor asal Inggris, Es Global, serta lembaga arsitektur terkemuka, COX Rayner.

Satya Menegaskan, proses lelang, proses lelang proyek ini sudah selesai hingga pembangunan bisa segera dilakukan. Nantinya, selain Es Global dan COX Rayner, konstruksi veledrom juga melibatkan kontraktor indonesia, Wijaya Karya (WIKA).

Kami sudah menghubugi kontraktor-kontraktor yang ada di indonesia untuk melakukan beauty contest (pemaparan). Hasilnya, kami sepakat menunjuk WIKA membangun veledrom tercantik di Asia Tenggara.

Nantinya, disekeliling velodrom akan dibuat taman yang bisa dijadikan ruang publik. Namun menurutnya, rencana ini menjadi tantangan tersendiri karena didepan velodrom terdapat beberapa bangunan yang masih berfungsi. Termasuk gedung komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Pak Gubernur menginginkan hal tersebut (adanya ruang publik), namun saya katakan kalau itu sebetulnya sangat menambah pekerjaan. Karena itu, kami fokus ke velodrom terlebih dahulu. Soal ruang publik akan kami kerjakan sambil berjalan, Satya menambahkan.

Terkait pembangunan arena equastrian, Satya mengatakan sudah siap. Namun, saat ini, Jakpro belum menentukan kontraktor mana yang bakal mengerjakan karena proses lelang masih dilakukan. Lagi pula, sebelum mengubah pacuan kuda pulomas menjadi arena equestrian, ada satu dokumen yang belum didapat Jakpro.

Ya, pihaknya belum mendapat persetujuan desain arena dari federasi equestrian internasional (FEI). Desain sudah terjadi, namun kami masih menunggu apakah disetujui FEI. Ada satu lagi dokumen yang tak boleh dilupakan, yaitu sertifikat bebas penyakit. Ini juga masih diproses, ia mengungkapkan.

Dalam kesempatan yang sama, Ahok, sapaan akrab Gubernur DKI, mengatakan optimismenya Jakarta mampu menghadirkan arena olahraga berkelas internasional untuk Asian Games nanti. Saya berterimakasih terhadap pihak yang membantu. Selain Inggris, Korea Selatan, (tuan rumah Asian Games sebelumnya) juga turut memberikan sumbangsih, ucapnya.

Proyek Pembangunan Velodrom
Lokasi : Rawamangun, Jakarta Timur.
Nilai Proyek : 40 juta dollar AS (sekitar Rp531 milliar).
kontraktor : PT Wijaya Karya (didukung ES Global dan COX Rayner).

Proyek Pembangunan Arena Equestrian
Lokasi : Pulomas, Jakarta Timur (eks pacuan kuda).
Nilai Proyek : Ditaksir Rp335 milliar.
Kontraktor : belum ditentukan

SOROT : BANJIR menjadi salah satu musuh utama untuk arena equestrian. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan pulomas kerap tergenang saat hujan. Untuk itu, tanah di arena equestrian bakal ditinggikan sekitar dua meter.

Anda baru saja membaca tentang DKI Resmikan Dua Proyek .

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda