FIFA minta Agum dan Erick Thohir kawal KLB

JAKARTA - Usai pertemuan segitiga antara FIFA didampingi AFC, PSSI dan Kelompok 85 di Jakarta, Selasa (21/6), beberapa tahapan menuju Kongres Luar Biasa (KLB) mulai dijalankan kelompok 85 yang berkekuatan 95 voters dari total 107 anggota yang ada di PSSI, langsung menggelar pertemuan internal. Rapat yang di gelar di Hotel Parklane, selasa (21/6) malam itu, membahas persiapan menuju KLB, salah satunya pembentukan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP).
Dalam aturan. Komposisi KP terdiri dari tujuh hingga sembilan orang, tapi dalam pertemuan Selasa, FIFA dan AFC menyampaikan cukup tujuh anggota. "Lalu, untuk mengisi KBP, FIFA dan AFC juga sudah memutuskan Erick Thohir. Sekarang, tinggal mencari personel. Anggota untuk KBP bisa tiga hingga lima orang," ucap pria yang mundur sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Mei lalu.
Terkait enam anggota KP dan tiga anggota KBP. Kelompok BS masih mencari figur yang tepat. "Terkait ini, Kelompok 85 oleh FIFA dan AFC dimintakan masukannya, dengan prinsip-prinsip harus independent dan bonafit. Bonafit itu maksud figur yang dikenal. Independent itu dia bukan voters, dia tidak ingin jadi Exco, dan tidak ada konflik interest," kata pria yang masih aktif menjabat Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta ini.
Tunggu Roadmap
Selain terkait KP dan KBP, untuk menjalankan KLB dibutuhkan aturan khusus yang bernama kode pemilihan. "Ketiganya harus disahkan terlebih dahulu. Selain itu. FIFA dan AFC menyampaikan, dalam pekan ini akan mengirim roadmap. Ini mungkin, akan disegerakan dilakukan diskusi. Terkait pengesahan KP, KBP, serta electoral code," kata Gusti.
Selain terkait KP dan KBP, untuk menjalankan KLB dibutuhkan aturan khusus yang bernama kode pemilihan. "Ketiganya harus disahkan terlebih dahulu. Selain itu. FIFA dan AFC menyampaikan, dalam pekan ini akan mengirim roadmap. Ini mungkin, akan disegerakan dilakukan diskusi. Terkait pengesahan KP, KBP, serta electoral code," kata Gusti.
Bahkan, Gusti menyebut jika dalam roadmap FIFA dan AFC dimungkinkan akselerasi, KLB bisa percepat. Sehingga, Gusti menegaskan 31 Oktober dan persiapan 3 Agustus itu bukan "harga mati". "Karena 3 Agustus ini juga merupakan kegagalan kongres tahunan PSSI yang seharusnya dijalankan di 1 Juni, dimundurkan menjadi tanggal 3 Agustus. Kalau itu bisa kami bua di Juli, kenapa tidak?" kata gusti.
Anda baru saja membaca tentang FIFA minta Agum dan Erick Thohir kawal KLB

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda